Cara Memasang Custom Domain MY.ID di Blogger dengan DNS yang Benar
Yang perlu diperhatikan, setting custom domain Blogger sebenarnya cukup sederhana kalau kita memisahkan tiga hal dengan benar: CNAME Blogger, A record untuk redirect domain tanpa www, dan nameserver domain. Tiga hal ini sering tercampur di tutorial lama sehingga orang akhirnya memasukkan NS Cloudflare sebagai record biasa di zona DNS.
MY.ID merupakan bagian dari domain tingkat tinggi Indonesia .id yang dikelola PANDI. Kebijakan pendaftaran PANDI saat ini menyebut .my.id diperuntukkan bagi perorangan, organisasi, atau entitas lain. Pendaftaran dilakukan melalui registrar .ID yang terakreditasi.
Sumber : PANDI | Kebijakan Pendaftaran Domain .ID
Apa Itu Domain MY.ID?
MY.ID adalah salah satu pilihan di bawah domain .id. Berbeda dengan ekstensi yang penggunaannya sangat spesifik seperti ac.id untuk perguruan tinggi atau sch.id untuk sekolah, MY.ID punya cakupan yang lebih fleksibel dan menurut kebijakan PANDI dapat digunakan oleh perorangan, organisasi, maupun entitas lain.
Blog pribadi, profil, CV online atau portofolio.
Landing page, tools, dokumentasi dan project digital kecil.
Cocok untuk Blogger yang ingin alamat lebih ringkas.
Bisa dipakai sebagai domain utama untuk website dan email jika layanan registrar mendukung.
Soal harga, jangan pakai angka dari tutorial lama sebagai patokan permanen. Harga domain, promo tahun pertama, dan biaya perpanjangan bisa berbeda antar-registrar. Yang paling aman adalah cek harga registrasi dan renewal sekaligus sebelum membeli.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Setting
Pahami Struktur DNS Blogger Dulu
Untuk setup standar www.domain.my.id, Blogger meminta dua CNAME. Yang pertama sifatnya umum, sedangkan yang kedua adalah token keamanan yang muncul khusus untuk blog kamu.
| Name / Host | Type | Target / Value | Fungsi |
|---|---|---|---|
www |
CNAME |
ghs.google.com |
Menghubungkan subdomain www ke Blogger. |
token-unik |
CNAME |
gv-xxxx.dv.googlehosted.com |
Verifikasi keamanan domain. Nilainya didapat dari Blogger. |
@ |
A |
216.239.32.21 |
Dipakai agar domain tanpa www dapat diarahkan ke alamat Blogger melalui fitur Redirect domain. |
@ |
A |
216.239.34.21 |
IP redirect tambahan dari Google. |
@ |
A |
216.239.36.21 |
IP redirect tambahan dari Google. |
@ |
A |
216.239.38.21 |
IP redirect tambahan dari Google. |
Blogger menjelaskan empat IP Google tersebut dipakai untuk mengalihkan domain.my.id ke www.domain.my.id. Koneksi utama ke Blogger tetap memakai dua CNAME.
1. Masukkan Domain Kustom di Blogger
Masuk ke Blogger → Setelan → Publikasi → Domain kustom. Masukkan domain menggunakan subdomain, misalnya:
www.namamu.my.idBlogger tidak meng-host blog langsung pada naked domain seperti namamu.my.id. Domain utama Blogger harus memakai www atau subdomain lain seperti blog.namamu.my.id. Setelah itu domain tanpa www bisa diarahkan ke alamat tersebut lewat fitur Redirect domain.
2. Salin Dua CNAME dari Blogger
Saat domain belum terverifikasi, Blogger biasanya menampilkan error sekaligus dua pasangan CNAME. Contoh bentuknya kira-kira seperti ini:
www → ghs.google.comabc123 → gv-xxxx.dv.googlehosted.comCNAME kedua jangan dicopy dari artikel orang lain karena memang unik. Blogger menyebut CNAME keamanan tersebut spesifik untuk blog dan Akun Google yang sedang dipakai.
3. Masukkan Record di DNS Provider
Buka pengaturan DNS di registrar atau provider DNS kamu. Nama menunya bisa DNS Management, DNS Zone, Manage DNS, atau sejenisnya. Masukkan dua CNAME dari Blogger dan empat A record jika ingin domain tanpa www ikut diarahkan.
Cloudflare Itu Opsional, Bukan Syarat Blogger
Kalau DNS registrar kamu normal dan record bisa dibuat, tidak perlu pindah ke Cloudflare. Blogger tidak mewajibkannya. Cloudflare baru berguna kalau memang ingin memakai DNS mereka atau fitur lain yang dibutuhkan.
Record Blogger dibuat langsung di panel registrar. Ini paling sederhana.
Ganti nameserver domain di registrar ke nameserver yang diberikan Cloudflare, lalu semua record dikelola dari Cloudflare.
Saat troubleshooting, gunakan mode DNS only terlebih dahulu agar record Blogger mudah diverifikasi. Setelah semuanya stabil, baru evaluasi fitur proxy yang memang diperlukan.
4. Tunggu DNS Lalu Simpan Lagi di Blogger
Dokumentasi Blogger menyarankan menunggu setidaknya sekitar satu jam setelah record DNS dibuat sebelum mencoba setup lagi. Perubahan DNS tertentu juga bisa membutuhkan waktu lebih lama sampai terlihat dari berbagai resolver.
Coba lagi setelah sekitar satu jam. Kalau masih gagal, periksa penulisan host, target CNAME, dan apakah record lama yang bentrok masih ada. Perubahan CNAME dapat membutuhkan hingga sekitar 48 jam pada sebagian kondisi/provider.
Jadi angka “harus menunggu tiga hari” bukan aturan Blogger. Kadang domain sudah bisa disimpan jauh lebih cepat.
5. Aktifkan Redirect Domain Tanpa WWW
Setelah www.namamu.my.id berhasil terhubung, aktifkan Redirect domain dari pengaturan Blogger. Fungsinya supaya orang yang mengetik:
namamu.my.idwww.namamu.my.idInilah fungsi empat A record Google tadi. Kalau tidak butuh akses naked domain, bagian redirect ini secara teknis berbeda dari dua CNAME utama.
6. Aktifkan HTTPS dan HTTPS Redirect
Setelah custom domain aktif, buka bagian HTTPS pada Setelan Blogger. Aktifkan HTTPS availability, tunggu sertifikat tersedia, lalu hidupkan HTTPS redirect supaya pengunjung selalu masuk lewat koneksi aman.
Kalau domain memakai CAA record, Blogger meminta izin untuk letsencrypt.org. Tanpa itu Blogger bisa gagal membuat atau memperbarui sertifikat SSL.
Kalau Domain Masih Error, Cek Ini
Periksa dua CNAME. Pastikan host dan target tidak tertukar.
Periksa empat A record dan aktifkan Redirect domain di Blogger.
Cek DNS, CAA record, lalu pastikan HTTPS availability memang aktif.
Pastikan record dibuat di Cloudflare setelah nameserver domain memang menunjuk ke Cloudflare.
Record A/CNAME yang bentrok bisa membuat hasil resolve tidak sesuai.
Berikan waktu propagasi sebelum mengubah konfigurasi berulang-ulang.
Apakah Ganti ke MY.ID Membuat Blog Lama Hilang dari Google?
Ganti domain berarti URL blog berubah. Jadi wajar kalau Search perlu memproses alamat baru. Jangan memakai patokan lama seperti “pasti terindeks tujuh hari”. Waktu crawl dan indexing tidak punya angka tetap.
Setelah migrasi, cek kembali Search Console, sitemap, canonical, internal link, dan pastikan domain lama Blogger memang mengarahkan pengunjung ke custom domain. Hindari mengubah struktur URL lain pada waktu yang sama kalau tidak perlu.
Buka beberapa artikel lama, cek redirect, canonical, HTTPS, sitemap, Search Console dan link internal supaya migrasinya benar-benar rapi.
Checklist DNS MY.ID + Blogger
www.domain.my.id.www → ghs.google.com.Kalau sudah paham fungsi tiap record, setting MY.ID di Blogger sebenarnya nggak ribet. Yang bikin terasa susah biasanya karena tutorial lama mencampur DNS record dengan nameserver atau memakai screenshot dashboard provider tertentu seolah semua registrar punya menu yang sama.
Cloudflare boleh dipakai, tapi bukan syarat. Yang penting DNS-nya benar dan Blogger bisa memverifikasi domain kamu.



test link untuk komentar
ReplyDelete