Header Ads

  • 5 Cara Agar Tidak Malas Melakukan Hal-Hal Positif Ini



    Tetap semangat dalam melakukan rutinitas positif bukanlah sesuatu yang sulit asalkan memiliki tekad dan motivasi yang kuat untuk mau melakukan rutinitas tersebut. Namun terkadang rasa semangat yang ada akan terkalahkan oleh rasa malas yang ada di dalam diri kita.

    Sebenarnya rasa malas adalah rasa nyaman tubuh yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun stigma pemalas jatuh pada mereka yang merasa sulit untuk memulai sesuatu hal positif yang bersifat rutin. Setiap manusia pasti memiliki rasa malasnya tersendiri, namun terlalu malas juga dapat "membunuh" seseorang secara perlahan. Berikut ini adalah 5 Tips & Trik untuk mensiasati rasa malas dan tetap semangat untuk melakukan ke-5 hal positif di bawah ini.

    Informasi Singkat
    MOTIVASI
    Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

    Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan teori Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah 'alasan' yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan 'semangat', seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.

    Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
    Sumber : Wikipedia



    Malas Bangun Pagi ? Set Alarm 2 Jam Sebelum Waktu Yang Di-Inginkan



    Bangun pagi memang hal yang berat bagi sebagian orang. Karena mungkin aktifitas yang dijalankan sehari-harinya menuntut orang itu untuk tidur terlalu larut. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa bangun pagi adalah hal positif yang apabila menjadi sebuah kebiasaan, akan berdampak baik bagi mereka yang membiasakannya. Nah untuk kamu yang malas bangun pagi, ada cara ampuh agar kamu mau tidak mau bangun pagi, yakni dengan mengatur alarm berbunyi 2 jam lebih awal.

    Ketika kamu terbangun mendengarkan alarm, kamu bisa “ snooze “ selama 10 menit dan lanjut berleha-leha di kasur, kamu punya waktu selama 2 jam untuk berleha-leha di kasur sebelum benar-benar bangun dari tidur kamu.

    Malas Olahraga ? Ganti Pakaian kamu



    “Olahraga” adalah hal penting yang menjadi kebutuhan bagi tubuh. Namun menurut Data Badan Pusat Statistik 2015 menunjukkan, jumlah masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga hanya 27,61%, atau bisa dibilang masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga (minimal satu kali seminggu) belum mencapai sepertiga jumlah penduduk Indonesia. Berbagai alasan dari mulai tidak sempat karena sibuk bahkan malas menjadi dalih untuk tidak melakukan olahraga.

    Ada cara yang dapat memaksa kita untuk berolahraga, yakni dengan mengganti pakaian kita dengan pakaian yang siap dibasahi dengan keringat alias pakaian untuk olahraga. Jika kamu ada niat untuk mulai berolahraga, coba deh ganti pakaian terlebih dahulu dari mulai kaos, celana hingga gunakan sepatu untuk olahraga, jika niat olahraga itu pudar setelah kamu mengganti pakaian, ganti lagi pakaian kamu ke semula. Cara ini yang selama ini digunakan untuk mensiasati malasnya berolahraga, ketika sudah ganti pakaian olahraga dan niat berolahraga pudar, kamu bisa jadi malah malas ganti pakaian seperti semula, kepalang tanggung jadi mau tidak mau kamu akan memulai berolahraga. Gimana ? cukup ampuh khan.

    Malas Diet ? Jadikan Makanan Sebagai Musuh Lapar Bukan Musuh kamu



    Obesitas adalah penyakit yang menghantui generasi muda saat ini, terlebih pola kerja yang rata-rata hanya duduk di depan komputer/laptop, Apalagi makanan dan minuman yang dikonsumsi saat ini kebanyakan adalah makanan dan minuman yang Instan dan mengandung kalori yang tinggi.

    Jika kita sudah terkena obesitas, banyak sekali kemungkinan penyakit lainnya yang muncul. Untuk yang sudah terlanjur kena obesitas, Diet adalah jawabannya. Namun bagi sebagian orang diet adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan kendati beragam metode diet sangat mudah bisa kita temukan di Internet, tetap saja kebanyakan gagal dalam melakukannya daripada yang berhasil.

    Untuk mensiasati malasnya diet, sebenarnya cukup mudah! Yakni, dengan menjadikan makanan sebagai musuh dari lapar, bukan musuh kamu. Ketika kita diet, pasti rasa lapar lebih terasa daripada saat sedang tidak diet. Menahan lapar tidak baik untuk pikiran dan mood, untuk itu ketika kamu merasa lapar, makanlah!

    Asalkan makanan tersebut masih rendah kalori, diet kamu masih aman kok. Karena inti dari diet untuk menurunkan berat badan adalah defisit kalori yaitu asupan kalori kamu lebih rendah dari kebutuhan kalori kamu perharinya. Ketika kamu telah defisit kalori, maka pembakaran untuk menghasilkan energi agar bisa menjalankan aktifitas sehari-hari, maka lemaklah yang akan dibakar.

    Malas Berhemat ? Mulailah Berhitung



    Boros tidak selamanya sebuah hal yang buruk, Namun terlalu boros juga tidak baik untuk seseorang apalagi sampai berhutang demi sebuah gaya hidup. Tidak ada yang salah dengan hutang, selama hutang itu digunakan dengan bijaksana. Tidak ada yang salah dari sebuah hutang, yang menjadikan hutang keliru adalah untuk apa hutang itu digunakan. Zaman sekarang mudah sekali mendapatkan hutang, yakni dengan cara mencicil. Jika sebuah mobil dengan harga 150juta tidak mampu dibayar secara cash, dengan metode mencicil, banyak orang dimampukan untuk memiliki mobil. Sebenarnya, jika kita teliti menghitung sebelum mengambil barang cicilan, pasti kita akan berpikir 2 kali untuk mencicil barang tersebut. Contohnya mencicil mobil seharga Rp 150.000.000 dengan DP 20 juta, dan dengan cicilan pokok + bunga 7% setiap bulannya selama 47 bulan yakni 2.960.000 setiap bulannya. Total yang keluar adalah 139.000.000 + 20.000.000 yakni Rp 159.000.000, begitu kan cara kamu menghitung ?

    Hitungan itu adalah hitungan sebelum hidden cost dihitung. Jika kamu menghitung hidden cost, biaya kamu keluarkan dalam kurun waktu 4 tahun bisa lebih dari 250.000.000 jika biaya service, bensin, perawatan, pajak dan depresiasi setiap tahunnya kamu hitung juga. Sehingga cost yang kamu keluarkan setiap bulan pasti lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal seperti ini berbahaya bagi kesehatan finansial siapapun yang melakukannya.

    Malas Membaca Buku ? Mudahkan Akses Buku



    Menurut Penelitian dilakukan organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB (UNESCO) pada 2016 terhadap 61 negara di dunia menunjukkan kebiasaan membaca di Indonesia tergolong sangat rendah. Ayo ngaku mas bro dan mba sis! Siapa diantara kamu yang malas baca ?

    Untuk mensiasati kemalasan membaca, kita bisa mengatur waktu membaca buku misalnya 30 menit sehari untuk mengawali, selain itu membuat akses buku menjadi mudah, misalnya membaca e-book atau buku elektronik. Bahkan agar lebih produktif, setelah membaca sebuah buku dan mendapatkan insight baru dari apa yang kamu baca, kamu bisa share hal tersebut di blog atau media sosial yang kamu punya.

    Jika kamu kurang suka e-book, kamu bisa meletakan buku yang ingin kamu selesaikan untuk membacanya di tempat-tempat yang mudah kamu jangkau dan sering kunjungi, misalnya di sofa, di letakan bersama laptop ataupun didekat port charger smartphone ketika smartphone dalam proses charging, kamu bisa baca buku sambil menunggu daya baterai smartphone penuh.


    2 comments:

    1. Wahhh kalau semua sudah dilakukan, jadi sejahtera ya hidup kita, dan teratur

      ReplyDelete
    2. Mantap tipsnya. Kalau saya 1 aja, yang pasti " paksa ". Hehe

      ReplyDelete

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ©2010 - codeflare