Cara Membuat Toko Online Sendiri dengan Blogger dan WhatsApp untuk UMKM
Konsepnya sederhana. Blogger digunakan sebagai rumah digital, halaman produk dan katalog. WhatsApp digunakan untuk komunikasi serta menerima pesanan. Jika bisnis berkembang, sistemnya bisa ditingkatkan secara bertahap.
Blogger cocok untuk toko sederhana berbasis katalog dan pemesanan langsung. Untuk stok real-time, multi-gudang, ribuan SKU atau automasi kompleks, platform e-commerce khusus tetap lebih sesuai.
Sumber : CodeFlare
Konsep Toko Blogger + WhatsApp
Sebelum masuk ke teknis, pahami dulu alur yang akan kita buat.
Alur tersebut memang lebih sederhana dibanding marketplace, tetapi cukup untuk banyak usaha rumahan, kuliner, kerajinan, fashion kecil, jasa maupun produk lokal.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Untuk tahap awal kita bahkan belum membutuhkan payment gateway.
Pembayaran dapat dikonfirmasi setelah seller berkomunikasi dengan pembeli melalui WhatsApp. Namun untuk transaksi skala lebih besar, sistem pembayaran otomatis tentunya akan lebih nyaman.
Buat Blog Khusus untuk Toko
Buka Blogger dan buat blog baru menggunakan nama usaha atau brand.
Jika nama bisnis kita adalah Kopi Bukit, misalnya, usahakan nama blog dan domain juga menggunakan identitas yang sama.
Kopi Bukit
kopibukit.blogspot.com
kopibukit.id
Domain sendiri bukan kewajiban, tetapi sangat disarankan kalau toko ingin terlihat lebih serius.
Alamat seperti:
lebih mudah ditempel di kemasan, kartu nama, profil Instagram dan WhatsApp dibanding alamat Blogspot yang panjang.
Buat Struktur Toko Sebelum Mengunggah Produk
Jangan langsung membuat puluhan posting produk.
Susun dulu struktur dasarnya supaya toko tidak terlihat seperti blog biasa yang berantakan.
- Produk Terbaru
- Produk Unggulan
- Kategori
- Foto Produk
- Harga
- Deskripsi
- Spesifikasi
- Tombol Pesan
- Tentang Kami
- Cara Pesan
- Pengiriman
- Kontak
Dengan struktur seperti ini pengunjung langsung memahami bahwa website tersebut merupakan toko, bukan blog pribadi.
Gunakan Label Blogger sebagai Kategori Produk
Label Blogger bisa digunakan sebagai kategori.
Misalnya toko menjual makanan:
Kalau menjual fashion, kategorinya dapat dibuat seperti:
Satu produk juga dapat mempunyai lebih dari satu label.
Contohnya sebuah tas baru dapat menggunakan label:
Tas, Produk Terbaru, Promo
Dengan begitu template dapat menampilkan produk berdasarkan kategori tanpa harus membuat database tambahan.
Satu Posting Blogger Bisa Digunakan sebagai Satu Produk
Ini bagian yang membuat Blogger cukup fleksibel.
Setiap posting dapat diperlakukan sebagai halaman produk.
Deskripsi singkat produk, ukuran, bahan dan informasi penting lainnya.
Posting produk sebaiknya mempunyai informasi yang konsisten.
Gunakan Format Produk yang Konsisten
Misalnya kita menjual kopi. Isi posting dapat disusun seperti berikut:
Format yang konsisten tidak hanya memudahkan pembeli, tetapi juga membuat seller lebih mudah memperbarui katalog.
Hubungkan Produk dengan WhatsApp
WhatsApp mempunyai fitur click to chat yang dapat membuka percakapan sekaligus mengisi pesan awal.
Format dasarnya seperti:
https://wa.me/628xxxxxxxxxx?text=Pesan%20Anda
Nomor harus menggunakan format internasional. Untuk nomor Indonesia, angka 0 di depan diganti menjadi 62.
081234567890
6281234567890
Pesan juga dapat dibuat lebih lengkap.
Halo, saya ingin memesan:
Produk: Kopi Robusta 250 Gram
Jumlah: 1
Varian: Bubuk
Dengan model seperti itu seller tidak perlu berkali-kali bertanya produk mana yang sedang dilihat pelanggan.
Contoh Tombol Pesan WhatsApp
Tombol sederhana dapat dibuat seperti berikut:
<a href="https://wa.me/628xxxxxxxxxx?text=Halo%2C%20saya%20ingin%20memesan%20produk%20ini" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> Pesan via WhatsApp </a>
Nomor pada contoh tersebut tentu harus diganti dengan nomor bisnis masing-masing.
Jangan Lupa Membuat Halaman Kepercayaan
Salah satu kelemahan toko mandiri dibanding marketplace adalah pembeli belum mempunyai rating dan sistem reputasi untuk menilai seller.
Karena itu website harus memberikan informasi yang membuat usaha terlihat jelas dan dapat dihubungi.
Kalau bisnis mempunyai lokasi fisik, profil media sosial aktif atau akun marketplace resmi, informasi tersebut juga dapat ditampilkan sebagai tambahan kepercayaan.
Pasang Domain Sendiri jika Toko Sudah Serius
Blogger memang memberikan subdomain gratis.
Namun untuk toko yang ingin dipakai jangka panjang, custom domain memberikan beberapa keuntungan.
Lebih mudah diingatNama bisnis menjadi alamat website.
Lebih profesionalTidak terlalu terlihat seperti blog pribadi.
Mudah dipromosikanBisa dicetak pada kemasan dan materi promosi.
Aset jangka panjangDomain dapat terus digunakan walaupun platform berubah.
Kalau suatu hari bisnis pindah dari Blogger ke platform lain, domain yang sama masih dapat dipertahankan.
Tidak Mau Mengatur Semuanya dari Nol?
Membuat toko seperti ini sebenarnya bisa dilakukan sendiri. Namun tidak semua pemilik usaha mempunyai waktu untuk mengatur template, struktur katalog, halaman produk dan sistem order.
CodeFlare dapat membantu menyiapkan toko Blogger sesuai kebutuhan usaha, mulai dari tampilan katalog sampai jalur pemesanan melalui WhatsApp.
Tidak harus menggunakan sistem rumit. Untuk usaha yang hanya membutuhkan katalog dan order WhatsApp, toko dapat dibuat tetap ringan dan mudah dikelola.
Konsultasikan Toko OnlineOptimalkan Halaman Produk agar Bisa Ditemukan Google
Salah satu alasan memiliki toko sendiri adalah mendapatkan peluang trafik di luar marketplace.
Karena itu jangan membuat judul produk terlalu pendek.
Judul yang jelas membantu Google dan pembeli memahami apa yang ditawarkan.
Deskripsi produk juga sebaiknya ditulis sendiri, bukan hanya menyalin deskripsi dari distributor atau marketplace lain.
Gunakan Artikel untuk Mendatangkan Calon Pembeli
Ini salah satu kelebihan Blogger yang sering terlewat.
Selain menjadi katalog, website dapat digunakan untuk membuat artikel yang menjawab pertanyaan calon pelanggan.
Misalnya toko menjual madu.
Dengan pola seperti ini, toko tidak hanya menunggu orang yang sudah siap membeli.
Website juga dapat menjangkau orang yang masih mencari informasi.
Jangan Langsung Memasukkan Semua Produk
Kalau mempunyai 300 produk, tidak perlu memasukkan semuanya pada hari pertama.
Mulai dari produk paling laku.
Setelah sistem berjalan dan seller sudah terbiasa mengelolanya, produk lain bisa ditambahkan perlahan.
Marketplace Tetap Bisa Dipertahankan
Membuat website sendiri tidak berarti harus menutup marketplace.
Justru strategi yang lebih aman adalah membiarkan keduanya bekerja secara bersamaan.
Kalau marketplace masih menghasilkan keuntungan yang sehat, tidak ada alasan untuk meninggalkannya.
Website dibangun sebagai kanal tambahan sehingga bisnis tidak hanya mempunyai satu sumber pelanggan.
Kapan Blogger Sudah Tidak Cukup?
Blogger cocok untuk tahap awal, tetapi bukan solusi untuk semua jenis toko.
Kalau bisnis sudah mencapai kebutuhan tersebut, pindah ke platform e-commerce khusus akan lebih efisien dibanding terus memaksa Blogger melakukan pekerjaan yang bukan tujuan awalnya.
Checklist Sebelum Toko Dipublikasikan
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Blogger benar-benar bisa digunakan untuk toko online?
Bisa untuk toko sederhana berbasis katalog, halaman produk dan pemesanan melalui WhatsApp. Blogger bukan platform e-commerce penuh sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan skala usaha.
Apakah Blogger membutuhkan hosting?
Blogger menggunakan infrastruktur Google sehingga pengguna tidak perlu menyewa hosting web terpisah untuk blognya. Domain sendiri tetap dapat digunakan.
Apakah wajib memakai domain sendiri?
Tidak. Subdomain Blogspot tetap dapat digunakan. Namun domain sendiri lebih baik untuk branding dan lebih mudah dipromosikan sebagai alamat resmi bisnis.
Apakah pembayaran harus melalui WhatsApp?
Tidak. WhatsApp hanya salah satu model sederhana. Ketika toko berkembang, seller dapat mempertimbangkan payment gateway atau sistem checkout yang lebih lengkap.
Apakah toko Blogger bisa muncul di Google?
Bisa. Halaman dan posting Blogger dapat diindeks Google selama dapat dirayapi, mempunyai konten yang bermanfaat dan tidak mengalami masalah teknis indexing.
Apakah marketplace harus ditutup setelah punya website?
Tidak. Marketplace dan website dapat digunakan secara bersamaan. Marketplace bisa tetap menjadi sumber pelanggan baru sedangkan website digunakan untuk mengembangkan brand.
Mulai dari Toko yang Sederhana
Membuat toko sendiri bukan perlombaan membuat fitur paling banyak.
Untuk usaha kecil, sistem yang sederhana tetapi benar-benar digunakan jauh lebih berharga daripada toko canggih yang sulit dikelola.
Setelah pelanggan mulai datang dan kebutuhan bisnis bertambah, fitur toko dapat dikembangkan sedikit demi sedikit.
Blogger dapat menjadi titik awal yang murah untuk membangun rumah digital sebuah brand. Marketplace tetap dapat dipertahankan, media sosial tetap digunakan dan WhatsApp tetap menjadi jalur komunikasi dengan pelanggan.
Dengan begitu bisnis tidak sekadar mempunyai tempat untuk menjual produk, tetapi mulai membangun kanal digital yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
No comments
💬 Share Your Thoughts & Join the Hall of Fame!
Punya pendapat atau tips tentang artikel ini? Tuliskan komentar kamu sekarang! 🚀
💎 Komentar yang bermanfaat, relevan, dan positif berkesempatan tampil di CodeFlare Hall of Fame dan masuk ke Top Commentators Widget.
👉 Comment now. Share your ideas. Get noticed on codeflare.net