Cara Redirect Naked Domain ke WWW dengan DNS dan 301
Naked domain adalah nama domain utama tanpa subdomain, misalnya example.com. Dalam praktik pengelolaan website, kita sering ingin mengarahkan alamat tersebut ke versi canonical seperti https://www.example.com atau ke URL lain yang sudah ditentukan.
Hal penting yang sering membingungkan adalah perbedaan antara DNS routing dan HTTP redirect. DNS hanya menerjemahkan nama domain ke alamat atau resource tujuan. DNS record seperti A, AAAA, CNAME, dan Alias tidak mengirim respons HTTP 301 atau 302. Redirect terjadi setelah request sudah mencapai layanan web, proxy, CDN, load balancer, atau fitur domain forwarding yang memang dapat memberikan respons redirect kepada browser.
Jika tujuan Anda adalah mengubah example.com menjadi www.example.com di address bar browser, gunakan layanan redirect yang benar-benar memberikan respons HTTP 301/302.
Apa Itu Naked Domain dan Redirect?
Naked domain, apex domain, atau root domain adalah nama domain tanpa prefix seperti www. Contohnya:
Jika ingin semua pengunjung yang membuka example.com selalu berpindah ke https://www.example.com, konfigurasi akhirnya harus menghasilkan redirect HTTP. Status 301 umumnya digunakan untuk perpindahan permanen, sedangkan 302 digunakan ketika perpindahan bersifat sementara.
Record DNS yang Sering Digunakan
Sebelum membuat redirect, ada baiknya memahami beberapa resource record DNS yang umum digunakan. Record berikut berfungsi untuk routing dan konfigurasi layanan, bukan sebagai pengganti HTTP redirect.
Menghubungkan hostname dengan alamat IPv4.
Menghubungkan hostname dengan alamat IPv6.
Membuat hostname menjadi alias hostname lain. Umumnya digunakan pada subdomain seperti www.
Menentukan server yang menerima email untuk domain.
Digunakan untuk verifikasi domain serta kebijakan seperti SPF, DKIM, dan data teks lainnya.
Menentukan nameserver yang bertanggung jawab terhadap zona DNS.
SOA Record dalam Zona DNS
SOA atau Start of Authority menyimpan informasi administratif utama untuk sebuah zona DNS, termasuk primary nameserver dan parameter timing zona. Record ini biasanya dikelola otomatis oleh penyedia DNS.
2026081901 ; Serial
3600 ; Refresh
1800 ; Retry
1209600 ; Expire
86400 ; Minimum TTL
)
Redirect Naked Domain dengan Cloudflare
Cloudflare menyediakan fitur URL forwarding melalui Redirect Rules. Untuk kebutuhan satu domain atau pola URL tertentu, gunakan Single Redirects. Metode ini lebih tepat dibanding hanya membuat record DNS karena Cloudflare dapat memberikan respons redirect HTTP kepada browser.
Pastikan nameserver domain sudah menggunakan Cloudflare dan hostname yang ingin dialihkan tersedia pada zona.
Masuk ke dashboard domain lalu pilih bagian Rules → Redirect Rules.
Buat kondisi yang menangkap hostname naked seperti example.com.
Arahkan ke https://www.example.com atau URL canonical yang diinginkan.
Gunakan 301 jika redirect bersifat permanen.
Redirect dengan Google Cloud DNS
Google Cloud DNS sendiri tidak berfungsi sebagai mesin HTTP redirect. Cloud DNS hanya mengarahkan hostname melalui record DNS. Jika ingin melakukan redirect menggunakan ekosistem Google Cloud, request perlu diarahkan ke layanan yang dapat memberikan respons redirect, misalnya External Application Load Balancer dengan URL map.
Jadi contoh lama yang hanya membuat A record menggunakan gcloud dns record-sets create belum cukup untuk membuat browser berpindah ke URL lain. A record hanya menentukan alamat yang menerima request.
Redirect dengan Amazon Route 53
Amazon Route 53 juga merupakan layanan DNS, sehingga sebuah Alias record hanya mengarahkan traffic ke resource AWS. Untuk membuat redirect, Route 53 perlu diarahkan ke resource yang memang dapat mengirim respons redirect.
Redirect dengan Dynadot Domain Forwarding
Jika domain terdaftar di Dynadot, metode paling sederhana adalah menggunakan fitur Domain Forwarding. Dynadot menyediakan pilihan redirect 301 maupun 302 dan dapat digunakan tanpa membuat server web sendiri.
Buka akun kemudian masuk ke daftar domain.
Pilih domain lalu buka menu pengaturan DNS.
Gunakan mode forwarding yang tersedia pada menu DNS.
Contoh: https://www.example.com.
Gunakan 301 untuk redirect permanen lalu simpan konfigurasi.
Metode Mana yang Sebaiknya Digunakan?
Untuk Blogger atau website sederhana, Cloudflare Redirect Rules atau forwarding dari registrar biasanya paling praktis. Google Cloud dan AWS lebih cocok jika website memang sudah menggunakan infrastruktur cloud tersebut.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Checklist Setelah Redirect Aktif
Redirect naked domain sebenarnya bukan sekadar persoalan menambah record DNS. DNS menentukan ke mana request diarahkan, sedangkan layanan web di belakang hostname tersebut menentukan apakah browser menerima halaman biasa atau respons redirect. Memahami perbedaan ini membuat konfigurasi domain jauh lebih mudah ketika berpindah antara Cloudflare, registrar, Google Cloud, AWS, maupun penyedia DNS lainnya.
Untuk sebagian besar website, struktur sederhana dan redirect yang jelas lebih mudah dipelihara daripada membuat banyak jalur domain yang berbeda.
No comments
💬 Share Your Thoughts & Join the Hall of Fame!
Punya pendapat atau tips tentang artikel ini? Tuliskan komentar kamu sekarang! 🚀
💎 Komentar yang bermanfaat, relevan, dan positif berkesempatan tampil di CodeFlare Hall of Fame dan masuk ke Top Commentators Widget.
👉 Comment now. Share your ideas. Get noticed on codeflare.net